Search This Blog

Sunday, October 15, 2017

Mind & The City: THE BARBERSHOP


Senin, 25 September 2017

Pukul 7 malam, aku baru selesai sholat maghrib di lantai 2 barbershop, lalu turun kebawah. Memasukkan handuk-handuk kecil ke dalam mesin penghangat setelah diperas dan digulung kecil-kecil. Memasuki minggu ke-4 aku bekerja disini. Rasanya tidak ingin berlalu sangat cepat, tapi begitulah adanya. Kalau tidak cepat, maka tidak akan gajian. That's logic. Selesai mengerjakan handuk, aku pergi keluar. Di sebelah barat barbershop ada minimarket, dimana biasa aku membeli permen untuk di taruh di meja depan barber. Jangan sampai kehabisan. Tentu saja, membeli permen bukan satu-satunya misiku, misi lainnya adalah mendapatkan 'uang kecil' untuk kembalian di meja kasir barber.

110 langkah pergi dan kembali, totalnya 220 langkah. Aku suka saat harus berjalan kaki kemana-mana. Mengetahui jumlah langkah kaki yang banyak terkadang membuat diri merasa lebih sehat. Beruntung rumahku memiliki tangga untuk kekamar atas, memungkinkanku setiap hari olahraga tangga di rumah dan di tempat kerja juga begitu. Aku mengambil 2 bungkus permen di rak dekat meja kasir MM, rasa mint dan susu, juga 1 kaleng larutan penyegar rasa apel. Totalnya 18 ribu rupiah. Setelah membayar, aku kembali ke barber. Aku benar-benar suka jalan kaki, apalagi daerah ini adalah daerah yang selalu kuimpikan untuk bekerja. Tidak lama untukku memutuskan menerima tawaran bekerja disini karena faktor wilayah favorit tadi.

Entah kenapa aku selalu mencintai setiap kota tempat tinggalku. Kepuasanku sesederhana itu. Walau diawalnya cukup sulit untuk membiasakan diri di tempat-tempat yang asing. Seumur hidupku, 23 tahun, aku sudah pernah tinggal di 5 kota : Tanjung Tabalong, Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Medan (Sumatra Utara), Loa Kulu (Kutai Kartanegara), dan Balikpapan (Kalimatan Timur). Well, walau bukan semuanya kota. Masih ada kota lain yang masuk dalam wishlist, tapi kali nanti aku akan pindah sendiri. Butuh 2 tahun untuk hafal, nyaman dan percaya diri "menjelajahi" Balikpapan. Dan tempatku bekerja sekarang ada dalam kawasan yang bisa dibilang elite. Karna merupakan kawasan perumahan gaya Eropa, banyak expatriets yang tinggal disini. Ada juga mall yang menurutku adalah mall paling kecil di Balikpapan. To be honest, it's cozy shopping mall since i don't like crowded place and wait too long to pay at cassa. Next time i promise to capture anything around the shop :)